SPARK
dapat digunakan pada seluruh jenis mesin dan type atau merk, baik keluaran
lama maupun keluaran terbaru.
1.
SPARK GASOLINE SUPPLEMENT
Berkembangnya
teknologi otomotif dewasa ini menjadikan teknologi kendaraan
juga semakin berkembang, termasuk pada sistem embakaran dimana sistem
ini memilki tingkat kompresi ratio yang tinggi sehingga memerlukan
jenis bahan bakar yang sesuai agar pembakaran tersebut berjalan dengan
sempurna. Pemilihan jenis bahan bakar yang tidak sesuai, akan
mengakibatkan proses pembakaran yang tidak sempurna.
Hal
tersebut secara tidak langsung akan menghasilkan efek negative berantai
pada mesin, mulai dari timbulnya kerak pada ruang baker, tenaga mesin
yang tidak maksimal, meningkatnya emisi gas buang, borosnya konsumsi
BBM, yang pada akhirnya akan berakibat pada naiknya biaya perawatan
mesin.
Dengan
kondisi perekonomian Indonesia pada saat ini, pemakai BBM khususnya
di Indonesia berusaha menekan konsumsi BBM dan biaya perawatan
kendaraan mereka secara lebih ekonomis dengan cara menggunakan jenis
BBM dengan kualitas lebih rendah.
SPARK
GASOLINE SUPPLEMENT, memungkinkan para konsumen BBM dengan tipe diatas
untuk dapat menghindari biaya perawatan mesin yang tidak seharusnya di
keluarkan, karena itu SPARK menawarkan solusi dalam hal
perawatan mesin, pengiritan bahan baker serta optimalisasi kerja mesin
kendaraan.
Produk
ini telah digunakan dan di uji sejak tahun 2005, pada berbagai macam
jenis mesin kendaraan. Sampai saat ini belum ada keluhan pegguna akan
produk tersebut. Spark Gasoline Supplement tidak mengandung zat-zat
metal.
KOMPOSISI
SPARK GASOLINE SUPPLEMENT
Kami
secara terbuka berani memaparkan apa saja kandungan yang terdapat di
dalam SPARK GASOLINE SUPPLEMENT dan kami menjamin tidak akan berubah
warna Apabila botol kami secara langsung terkena sinar matahari.
Apa
komposisi Spark Gasoline Supplement (SGS)?
Spark
tebuat dari campuran beberapa jenis alcohol dan petroleum distillated
yang mempunyai angka oktan 100 &118 yang mana bahan-bahan tersebut
aman untuk seal–seal
dan metal.
Spark
tidak mengandung Toluene, Xylene(aromatic Hidrokarbon), fraksi
berat hidrokarbon dan pelumas/lube oil yang mana senyawa-senyawa
tersebut dapat merusak seal-seal dan dapat menimbulkan residu dalam
ruang bakar.
Untuk
meningkatkan angka oktan, Spark tidak mengandung Lead (P6) dan
MTBE sebagai peningkat oktan, sehingga secara langsung membantu
program bersih lingkungan. ( GO GREEN )
KEUNGULAN
SPARK GASOLINE SUPPLEMENT
mampu
meningkatkan performa mesin mulai dari Durability, akselerasi, power mesin.
1.
Membersihkan karburator/injector pada saluran bahan bakar dengan cara
melarutkan gum (resin/kotoran hitam) yang biasa terdapat dalam
system saluran bahan bakar dan tangki bahan baker. (
menghilangkan knocking )
2.
Mengurangi karbon/endapan senyawa organik pada ruang bakar denga cara:
Karbon / endapan senyawa organic akan terbakar dengan
sempurna dan dikeluarkan
bersama gas buang.
3.
Menambah tenaga mesin, Spark Streeet Formula dengan kombinasi angka
oktan 100-118 akan
memberikan tambahan oktan pada bahan bakar awal.
4.
Mencegah korosi yang diakibatkan oleh kadar air, bakteri organik,
melarutkan air sehingga
ikut terbakar. Mencegah berkembangnya bakteri penyebab korosi
dan melarutkan ion-ion terlarut seperti :
Ca, Mg, Chloride, SO4, CO3.
5. Menghemat
BBM, memperpanjang masa tune-up dan mengurangi emisi gas buang.
6.
Spark Gasoline Supplement aman bagi semua jenis kendaraan karena
bahan dasarnya
tidak merusak seal karet baik yang alami maupun yang sintetik.
Tidak menggunakan bahan unorganik sehingga tidak meniggalkan deposit.
Karena tidak ada deposit maka aman bagi kendaraan dengan teknologi
Catalytic Conventer.
HASIL
ANALISIS
spark
Gasoline supplement Hasil Dyno test pada Honda supra fit memberikan data;
Max
Wheel Power 7.1 HP (sebelum) dan setelah SPARK GASOLINE SUPPLEMENT =7.4
HP, artinya hanya dengan penambahan suatu additive bisa naik sebesar 0.3
HP meruipakan suatu hal yang luar biasa. Pada grafik terlihat Air Fuel
Ratio (perbandingan antara udara dan bahan bakar yang dikeluarkan ke
mesin), hal ini bisa diartikan bahwa setelah ditambah SPARK GASOLINE
SUPPLEMENT, udara yang dikeluarkan lebih besar dari pada BBM khususnya
diatas RPM 3000 atau dengan kata lain BBM jadi lebih
irit.
Begitu meratanya kenaikan HP dengan penambahan SPARK GASOLINE SUPPLEMENT
mulai dari RPM rendah hingga tinggi akan membuat akselerasi
dalam kecepatan sangat terasa.
HASIL TEST
CO
Hasil
Exhaust Gas Analysis pada mobil Hyundai; CO turun 0,56% menjadi 0,32% volume,
CO2 turun 14,6% menjadi 14,3% volume dan HC turun dari 0.218 ppm. menjadi
0,138 ppm volume, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
setelah penambahan SPARK GASOLINE SUPPLEMENT emisi gas buang lebih
bersih.
2. SPARK
DIESEL SUPPLEMENT
Bahan
bakar adalah suatu campuran senyawa organik yang dibutuhkan dalam suatu pembakaran
dengan tujuan untuk mendapatkan energi/tenaga. Bahan bakar minyak ini
adalah hasil dari proses distilasi minyak bumi menjadi fraksi-fraksi yang
diinginkan. Pada saat ini dimana ketersediaan bahan bakar yang hampir
menipis maka diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk lebih meningkatkan
efisiensi bahan bakar yang digunakan. Ada beberapa cara dalam mengupayakan penghematan
bahan bakar ini yaitu :
1.Dari
engine system, meningkatkan efesiensi dari proses pembakaran.
2.Memperbaiki
kualitas bahan bakarnya.
Kami
mencoba untuk melakukan pembahasan mengenai point 2 yaitu memperbaiki bahan
bakar dengan cara meningkatkan kualitas bakar dan juga bahan-bahan
pendukung untuk terciptanya suatu pembakaran yang lebih baik dengan cara
penambahan additive. Additive yang ada dipasaran yang sering
kita jumpai, menawarkan keunggulan tertentu, seperti menaikan angka
oktan/angka cetane, pembersih, dispersansi, dll.
Bahan bakar
baik itu gasoline, Solar, MFO, MDO, LSWR dll, mempunyai prinsip yang sama yaitu
memerlukan nilai kualitas bakar yang baik. Sedangkan untuk mendapatkan
nilai kualitas bakar yang baik, banyak faktor yang mempengaruhinya,
seperti: kandungan air, kandungan senyawa-senyawa organik, kandungan
sulphur, asam–asam organik, lamanya penyimpanan
dll.
Pembahasan yang kami sampaikan berkisar pada kualitas bahan bakar khususnya
solar (HSD) yang didasarkan pada Spesifikasi Dirjen Migas, minyak solar
yakni bahan bakar middle destilat yang digunakan untuk mesin “Compression Ignition”. Pada Mesin diesel yang
dikompresi pada langkah induksi adalah udara, yang dikompresi
menimbulkan tekanan dan panas yang tinggi sehingga dapat membakar solar
yang disemprotkan oleh injector yang kualitas bakarnya ditentukan dengan
angka cetana, Makin tinggi angka cetana menunjukan minyak solar tersebut
makin mudah terbakar.
Penggunaan
minyak solar pada umumnya adalah untuk bahan bakar pada semua mesin dengan
putaran tinggi (diatas 1000 RPM), aplikasi lain untuk solar juga bisa
digunakan sebagai bahan bakar langsung dapur dapur kecil yang menginginkan
pembakaran bersih. Minyak solar ini disebut juga Gas
oil, Automotive Diesel Oil atau
High Speed.
Berikut adalah hasil test produk kami dengan
spesifikasi dari dirjen migas untuk High Speed Diesel fuel yang dikeluarkan
oleh dirjen migas dengan No.113.K/72/DJM/1999.


Catatan
yang didapat:
- Kenaikan 140 BTU/Lb akan menaikan tenaga sebesar
140 x 0.0003927 = 0.055 HP-HOURS.
- Adanya kenaikan Cetane Index seiring dengan
kenaikan kualitas bakar.
- Dengan penambahan additive pertumbuhan bakteri
terhambat.
- Penambahan additive tidak menyebabkan perubahan
physical properties terhadap Spesifikasi Dirjen Migas sehingga analisa
masih dalam range yang di anjurkan.
Detail pada
tabel diatas adalah sebagai berikut;
ASTM
COLOR (ASTM D-1500)
Adalah suatu
pengamatan menggunakan pembanding warna standar yang mana bahan bakar di bandingkan
dengan standar warna yang ada, bilamana warna bahan bakar di luar standar
spesifikasinya maka ada kemungkinan Solar tercampur dengan bahan lain.
Warna keruh
solar standar maksimal, adalah 3 diatas itu warna diesel bisa berubah.
Umumnya solar berubah karena dicampur minyak tanah, lube oil (merubah warna
solar menjadi kuning tua), dan lain-lain. Normalnya, warna dari
solar itu sendiri adalah kuning namun bila warnanya sudah menuju hijau maka
dapat dipasitikan solar tersebut tergolong berbahaya untuk digunakan.
API GRAVITY/SPECIFIC GRAVITY
(ASTM D-1298)
API Gravity/Berat Jenis adalah suatu angka yang
menyatakan perbandingan berat bahan bakar minyak pada temperatur tertentu
terhadap air pada volume dan temperatur yang sama. Penggunaan Specific gravity
adalah untuk mengukur berat/massa minyak bila volumenya telah diketahui.
Bahan bakar minyak
umumnya mempunyai Specific gravity antara 0.74 –
0.96 dengan kata lain bahan bakar minyak lebih rendah daripada air. Di Amerika Specific gravity
umumnya dinyatakan dengan satuan yang lain yaitu API Gravity ( American
Petroleum Institute Gravity) dengan cara perhitungan sebagai berikut :
API Gravity =141.5 : Specific Gravity (60/60 ° F)
-131.5
Sehingga air
pada suhu 60 °F mempunyai API Gravity sebesar 10 dan bahan bakar minyak API
gravity nya lebih besar daripada 10.
FLASH POINT/TITIK NYALA (ASTM D-93)
Titik nyala adalah suatu angka yang menyatakan suhu
terendah dari bahan bakar minyak dimana akan timbul penyalaan api sesaat,
apabila pada permukaan minyak tersebut didekatkan pada nyala api.
Titik nyala ini diperlukan sehubungan dengan adanya
pertimbangan-pertimbangan mengenai keamanan dari penimbunan minyak dan
pengangkutan bahan bakar minyak terhadap bahaya kebakaran. Titik nyala ini
bisa digunakan sebagai salah satu indikasi bilamana fuel tercampur dengan
fraksi-fraksi ringan dari suatu hydrocarbon, dimana bila fuel tercampur
dengan fraksi ringan seperti kerosene, wash solvent maka kecenderungan
angka flash point akan semakin turun.
KINEMATIC VISCOSITY/VISKOSITAS
(ASTM D-445)
Viskositas adalah
suatu angka yang menyatakan besarnya perlawanan/hambatan dari suatu bahan
cair untuk mengalir atau ukuran besarnya tahanan geser dari bahan cair. Makin
tinggi viskositas minyak akan makin kental dan lebih sulit mengalir,
demikian sebaliknya.
Viskositas
bahan bakar minyak sangat penting artinya, terutama bagi mesin-mesin diesel
maupun ketel-ketel uap, karena viskositas minyak sangat berkaitan dengan suplay
konsumsi bahan bakar kedalam ruang bakar dan juga sangat berpengaruh
terhadap kesempurnaan proses pengkabutan (atomizing) bahan bakar melalui
injector. Bilamana Viscositas terlalu tinggi maka proses atomizing akan
terganggu karena kecenderungan bahan bakar yang mempunyai
viskositas
tinggi akan sulit dikabutkan, Sedangkan untuk bahan bakar yang mempunyai
viskositas rendah dapat menimbulkan abrasive/gesekan dalam ruang bakar
karena gerakan piston dalam prosesnya membutuhkan pelumasan.
Viskositas juga dapat dijadikan bahan untuk mengetahui bilamana bahan bakar
tersebut tercampur fraksi ringan atau tidak, Bila suatu bahan bakar dalam
hal ini Solar tercampur dengan bahan-bahan dari fraksi ringan maka nilai
viskositas kecenderungannya akan turun.
WATER CONTENT/KADAR AIR (Karl
Fisher)
Kadar air adalah salah satu partameter terpenting
dalam penentuan kualitas bahan bakar, karena bila kadar air terlalu besar
didalam bahan bakar beberapa kendala akan muncul seperti:
- Nilai kalori
(Calorific value) akan turun.
- Tumbuhnya
mikroorganisme.
-
Terbentuknya deposit dari unsur-unsur anorganik yang terdapat di air.
- Terjadinya
karat/korosi.
COPPER
STRIP CORROSION/KOROSI BILAH TEMBAGA (ASTM D-130)
Pada dasarnya minyak bumi mengandung senyawa-senyawa sulphur, dan pada
saat proses pengolahan, senyawa sulphur ini di kurangi keberadaanya untuk
mendapat produk yang berkualitas, senyawa sulphur yang masih terkandung di
produk minyak bumi dapat menyebabkan korosi terhadap beberapa jenis logam
dan penetapan korosi ini tidak secara langsung berhubungan dengan kandungan
total sulphur di dalam produk. Tetapi efeknya bervariasi tergantung pada
jenis-jenis dari senyawa sulphur yang ada.
Penetapan
Korosi Bilah Tembaga ini di buat untuk memperkirakan derajat relative
corrotion dari suatu produk minyak bumi.
POUR POINT/TITIK TUANG (ASTM
D-97)
Titik Tuang adalah suatu angka yang menyatakan suhu
terendah dari bahan bakar minyak sehingga minyak tersebut masih dapat
mengalir karena gravitasi. Nilai Titik tuang ini di butuhkan sehubungan
dengan persyaratan praktis dari prosedur penimbunan dan pemakaian dari
bahan bakar minyak. Hal ini dikarenakan bahan bakar minyak sering sulit
untuk dipompa apabila suhu telah dibawah titik tuangnya.
CETANE
NUMBER/CALC.CETANE
INDEKS/ANGKA CETANA (ASTM D-613)
Angka Cetana
adalah suatu angka yang menyatakan kualitas pembakaran dari bahan bakar
mesin diesel, yang diperlukan untuk mencegah terjadinya “Diesel Knock” atau suara pukulan di dalam ruang
bakar mesin diesel. Untuk mesin diesel dengan putaran tinggi diperlukan
bahan bakar minyak dengan angka cetana tinggi, begitu juga sebaliknya.
Cetane adalah suatu senyawa alkana yang mudah terbakar dibawah tekanan,
karenanya diberi nilai sebagai angka cetana 100. Semua hydro carbon yang
jumlahnya ratusan di dalam solar dan mepunyai angka Cetana berbeda-beda
kemudian di indeks kan ke senyawa cetane sebagai acuan, untuk melihat
sebagus apa pembakarannya di bawah tekanan. Angka Cetana secara keseluruhan
adalah nilai rata-rata angka Cetana dari setiap komponen.
TOTAL
SULPHUR/TOTAL BELERANG (ASTM
D-129/ASTM D-1551/ASTM D-4294)
Semua bahan
bakar minyak mengandung Belerang dalam jumlah sedikit. Walaupun
demikian keberadaan Belerang ini tidak diharapkan karena sifatnya merusak,
maka pembatasan dari jumlah kandungan Belerang dalam bahan bakar minyak
adalah sangat penting di dalam bahan bakar. Hal ini disebabkan karena
proses pembakaran, belerang ini teroksidasi oleh oksigen menjadi belerang
dioksida (SO 2) dan belerang trioksida (SO 3). Oksida belerang ini apabila
kontak dengan air merupakan bahan- bahan yang sangat korosif terhadap logam-logam
didalam ruang bakar dan sistem gas buang. Demikian juga untuk
penimbunan/storage dalam tangki-tangki penampungan keberadaan senyawa
Belerang dapat pula menyebabkan korosi baik itu berupa senyawa organic
belerang ataupun senyawa belerang dalam air.
CONRADSON
CARBON RESIDUE / ARANG RESIDU (ASTM D-189)
Pemeriksaan
karbon/arang pada minyak solar dan minyak diesel diperlukan untuk
memperkirakan kemungkinan terbentuknya karbon/arang pada proses pembakaran
yang berasal dari bahan bakar minyak tersebut, karena hal ini dapat
menyebabkan kerak arang pada injector dari mesin diesel.
SEDIMENT
(ASTM D-473)
Sediment adalah partikel padatan yang tersuspensi dalam suatu larutan,
unsur-unsur sediment bisa berupa partikel-partikel Karbon, partikel
anorganik atau partikel-partikel yang berasal dari faktor external, seperti
debu, partikel yang dikeluarkan oleh suatu proses produksi, dll. Pemeriksaan
sediment diperlukan untuk mengetahui tingkat kebersihan bahan bakar, hal
ini juga berkaitan erat dengan umur pemakaian filter bahan bakar, makin
kecil sediment, makin awet filter yang akan digunakan
ASH
CONTENT / KADAR ABU (ASTM D-482)
Kadar abu adalah jumlah sisa-sisa dari minyak yang tertinggal apabila
minyak dibakar sampai habis. Kadar abu ini dapat berasal dari minyak bumi
sendiri atau akibat proses korosi dalam sistem penyimpanan atau penimbunan
(Adanya partikel logam yang tidak bisa terbakar).
DISTILLATION
/ DESTILASI (ASTM D-86)
Distilasi
dari suatu bahan bakar bertujuan untuk mengetahui potongan fraksi dari
suatu bahan bakar solar. Juga bisa digunakan sebagai pertimbangan bilamana bahan
bakar tersebut tercampur dengan fraksi-fraksi dibawah solar dengan melihat
Inital Boiling Point (IBP), bilamana IBP terlalu rendah maka ada
kemungkinan solar tercampur dengan fraksi-fraksi ringan.
Bila kita
mengacu kepada dirjen Migas tertulis pada range destilasi 300 °C = 40 %
minimum volume. Dengan mendapatkan distilat kurang dari 40 % pada suhu 300
°C, kemungkinan bahan bakar ini mengandung pelumas & lilin/wax yang
banyak (umumnya pelumas & lilin ini banyak ditemui pada temperature di
atas 300 °C) Kualitas bahan bakar seperti ini akan rendah, karena pelumas
& lilin mempunyai nilai kualitas bakar (Calorific value) yang rendah.
Kemungkinan
yang lain juga untuk mencegah terjadinya pencampuran Solar dengan fraksi
middle destilat hingga heavy destilat, seperti oli-oli bekas dan lain-lain.
STRONG ACID NUMBER (SAN) / TOTAL
ACID NUMBER (TAN) (ASTM D-974)
Total Acid Number/angka asam total adalah besaran
yang menunjukkan tingkat keasaman organic (organic acid compound) dari suatu
produk minyak, biasanya dinyatakan dalam mg KOH/g sample. Senyawa-senyawa
Organic acid ini akan bertambah dengan adanya oksidasi dari bahan
bakar/hydrocarbon tersebut.Karena macam-macam jenis oksidasi memberikan
kontribusi terhadap nilai asam dan senyawa-senyawa organik acid memberikan
bermacam-macam variasi dalam sifat-sifat korosi, maka test ini tidak bisa
digunakan untuk memprediksi tingkat korosi dari minyak/bahan bakar.
Bilamana di ketemukan angka acid number dalam jumlah besar disarankan untuk
melakukan breakdown analysis dari senyawa-seyawa organic acid sehingga kita
bisa mengetahui tingkatan korosi masing-masing senyawa. Sedangkan
Strong Acid Number (SAN) berkaitan dengan asam-asam anorganik
CALORIFIC VALUE / NILAI KALORI
(ASTM D-240)
Nilai Kalori adalah suatu angka yang menyatakan
jumlah panas/kalori yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah
tertentu bahan bakar dengan udara/oksigen. Nilai kalori bahan bakar minyak
umumnya antara 18.300 – 19.800 BTU/lb atau 10.160 – 11.000 kcal/kg.
Nilai kalori berbanding terbalik terhadap berat
jenis. Pada volume yang sama, semakin besar berat jenis suatu minyak
akan semakin rendah nilai kalorinya. Nilai kalori diperlukan karena
dapat digunakan untuk menghitung jumlah konsumsi bahan bakar minyak yang dibutuhkan
untuk suatu mesin dalam suatu periode.
Contoh perhitungan:
1 BTU (British Termal Unit) = 0.0003927 Horse
power-hours. Maka setiap found BBM dengan Nilai kalori 19.000 BTU/Lb,
akan memberikan nilai tenaga sebesar 19.000 x 0.0003927 = 7.46 horse power-hours
(Tenaga kuda-jam)
MICROBIOLOGICAL TEST
Microbiological test diperlukan untuk penanganan
dalam sistem penimbunan yang berkaitan dengan penanganan korosi dan
sedimentasi. Ada
2 tipe mikroorganime dalam hal ini yaitu Microorganisme anaerob (Sani check,
rapid check, broth bottle test) dan aerob (micromob monitor2) .
Kesamaan akibat yang ditimbulkan dari keduanya
adalah menyebabkan korosi. Sedangkan hasil produk senyawa korosinya berbeda
yaitu Anaerob = FeS, berwarna hitam Aerob
= Fe 2 CO 3, berwarna kecoklatan. Produk korosi yang dihasilkan akan
mempengaruhi kebersihan bahan bakar. Kesamaan lain dari mikroorganisme
ini adalah bahwa keduanya tidak mungkin tumbuh bilamana tidak ada air
didalam sistem bahan bakar. Bila membahas lebih jauh mengenai ketiadaan air
disuatu bahan bakar terutama di daerah yang beriklim tropis dengan humidity
tinggi sepertinya sangat sulit untuk di realisasikan oleh karena itu
diperlukan penambahan biocide untuk menanggulanginya, terutama untuk
penimbunan yang membutuhkan waktu lama.
Formula bahan bakar dengan multi fungsi
Memberikan
akselerasi tenaga mesin.
Mengurangi
kebisingan/getaran pada mesin.
Menaikkan
angka setana setara dengan 60.
Menghemat
konsumsi BBM hingga 20%.
Mengurangi
kadar air, gum dan sulfur, sehingga mencegah karat/proses korosi di saluran
bahan bakar.
Mengurangi
residu senyawa organik dalam ruang bakar, sehingga pembakaran lebih
sempurna.
Mencegah
pertumbuhan bakteri aerob maupun unaerob.
Mengurangi
emisi gas buang.
Memperpanjang
umur mesin.
Aman untuk
semua jenis mesin diesel (mobil, kontainer dan alat-alat berat lainya)
bahkan yang ber-catalytic converter.

Memberikan akselerasi tenaga mesin
Nilai
kualitas bakar dengan Spark Diesel Supplement adalah 28.000 BTU/LB.
Rata
rata nilai kualitas bakar Solar 18.900 BTU/LB.
Penambahan
0.5 % Spark diesel kedalam bahan bakar akan menaikkan nilai kualitas
sebesar 140 BTU/LB. Kenaikan yang cukup signifikan, tapi masih dalam batas
spesifikasi yang diizinkan oleh Dit Jen MIGAS.
Mengurangi kebisingan dan getaran pada mesin
1. Berdasarkan
diesel engine combustion process, ada 4 tahap pembakaran dari diesel
engine. Dimana dengan penambahan Spark Diesel Supplement akan membuat tahap
pembakaran menjadi lebih mendekatkan 4 titik bagian tersebut terutama untuk
Bagian E yang merupakan pembakaran hasil ikutan.Dikarenakan bagian E adalah
bagian terberat dari fraksi solar yang didapat dari proses destilasi minyak
bumi dengan penambahan nilai kalor maka tahapan E akan ikut juga
terbakar dengan cepat, sehingga kesempurnaan pembakaran tercapai, efek
getaran yang akan dihasilkan pada mesin tentu saja akan lebih halus.*
2. 4
potongan distilasi untuk Gas Oil atau Solar:
Potongan 160
– 350°C
Potongan 160
– 400°C
Potongan 180
– 375°C
Potongan 250
– 350°C

Menaikan angka Cetane setara dengan 60
Minyak Solar
adalah bahan bakar jenis distilat yang digunakan untuk mesin “Compression Ignition” (Pada mesin diesel yang
dikompresi pada langkah induksi adalah udara, udara yang dikompresi
menimbulkan tekanan dan panas yang tinggi sehingga dapat membakar solar
yang disemprotkan oleh injector) yang kualitas bakarnya ditunjukan dengan
angka cetan (Cetane Number), makin tinggi cetane Number menunjukan makin
mudah terjadinya pembakaran, sebaliknya makin rendah Cetane Number
menunjukan makin lambat terjadinya pembakaran. Spesifikasi Cetane Number
untuk Solar yang dikeluarkan Oleh Pemerintah adalah Minimum 48, sedangkan
dengan penambahan Spark Diesel Supplement menunjukan kenaikan angka Cetan 5
hingga 7 point dari angka cetan dasar.
Menghemat konsumsi BBM hingga 10-20 %
Hasil
testimonial dilapangan menunjukan bahwa dengan penambahan 5 ml Spark Diesel
Supplement dalam 1 liter Solar memberikan efek penghematan hingga 20 %
yang kami dapat dari hasil uji coba :
1. mesin
diesel bergerak (kendaran pribadi & angkutan umum)
2. mesin
diesel stationary (genset) Penghematan tersebut diatas tentu saja di
pengaruhi dari berbagai macam faktor terutama untuk mesin diesel bergerak
seperti kondisi mesin, gaya menyetir, tidak mengunakan bahan bakar
irex(campuran minyak tanah) ataupun campuran lainnya.
Mengurangi kadar air,gum & sulphur
Spark Diesel
Supplement di formulasikan dari senyawa polar dan semi polar sehingga bisa
menyerap air yang ada di dalam tangki dan saluran bahan bakar. Senyawa semi
polar akan membuat air bisa menyatu dengan bahan bakar, gum dan organik
lainnya, serta ion-ion terlarut dalam air seperti Ca, Mg, Chloride, SO4,
CO3 dan lainnya yg merupakan sumber dari pembentukan Deposit dan Korosi
akan ikut terbuang dalam proses pembakaran. Sehingga korosi dan pembentukan
endapan dengan sendirinya bisa di cegah.
Mengurangi
residue Organic dalam ruang bakar
Dengan
penambahan senyawa yang mempunyai nilai kalori tinggi kedalam formula Spark
Diesel Supplement tentunya akan membuat pembakaran lebih sempurna dan juga efek
Oxigenated produk yang ditambahkan (produk ini sudah ada dalam bahan bakar
tetapi dalam jumlah yg sangat-sangat sedikit) akan membuat pembakaran lebih
sempurna karena adanya Oksigen. Sehingga pembentukan jelaga dari Carbon
bisa kita hindari.
Mengurangi residue Organic dalam ruang bakar
Contoh
pembakaran sempurna
CnH2n +O2 ----> CO2 + H2O
Contoh
pembakaran tidak sempurna
CnH2n +O2 ----> C + HC + CO+ CO2 + H2O
Gas
buang berwarna hitam dan berbau tidak enak.
Mencegah Pertumbuhan Bakteri
Bakteri,
baik itu yang bersifat Aerob maupun unaerob tidak akan pernah tumbuh bila
tidak ada air, disamping produk Spark Diesel Supplement sendiri telah
mengandung Biocide sebagai pencegah berkembang biaknya bakteri, Produk ini juga
tidak pernah membiarkan air tertinggal didalam penyimpanan yang nantinya
akan membuat Korosi tangki penyimpanan. Dengan pemakaian rutin tentunya
lebih memperpanjang umur dari tangki penyimpanan dan juga saluran saluran
tangki yang berhubungan dengan penyimpanan.
Memperpanjang umur mesin
Jika
penambahan Spark Diesel sudah dilakukan secara rutin akan membuat kondisi
mesin akan terjaga dengan sendirinya disamping itu tangki penyimpanan dan
juga saluran bahan bakar juga akan terjaga dari proses pembentukan deposit
atau karat.
Mengurangi Emisi Gas Buang
Seperti
telah dijelaskan diatas dengan meningkatnya Nilai Kalori, Oxigenated
produk,senyawa polar dan semi polar yang pada komposisi tepat akan
memberikan nilai kalori yg baik tanpa harus membuat mesin mengalami panas
yang berlebihan (overheating). Dengan kata lain Spark diesel selain untuk
perawatan (pencegahan pembentukan Deposit dan korosi) juga menyempurnakan
pembakaran sehingga emisi gas buang tentunya akan lebih sempurna.
Aman untuk semua jenis Mesin Diesel
Spark diesel dibuat dari bahan-bahan yang tidak
merusak seal-seal karet baik itu karet alami maupun sintetis. Spark diesel
tidak dibuat dari bahan anorganik sehingga tidak menyebabkan sisa/deposit
pada ruang bakar